FISIP UNIB Sukses Gelar International Conference on Social and Political Science 2026, Hadirkan Empat Pembicara Internasional

FISIP UNIB Sukses Gelar International Conference on Social and Political Science 2026, Hadirkan Empat Pembicara Internasional

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (UNIB) sukses menyelenggarakan International Conference on Social and Political Science (ICSOPOLIS) 2026 pada 27–28 Oktober 2026. Mengusung tema “Challenges and Opportunities in Society 5.0”, konferensi internasional ini menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, serta empat pembicara utama dari Australia, Hong Kong, Timor-Leste, dan Thailand.

Rangkaian ICSOPOLIS 2026 diawali dengan sesi presentasi paralel pada Selasa (27/10/2026) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Sebanyak 105 presentasi penelitian berlangsung dalam 14 ruang yang mencakup enam bidang keilmuan, yaitu Kesejahteraan Sosial (Social Welfare), Administrasi Publik (Public Administration), Sosiologi (Sociology), Ilmu Komunikasi (Communication Science), Jurnalistik (Journalism), serta Ilmu Perpustakaan dan Informasi (Library and Information Science). Setiap sesi dipandu moderator dan melibatkan pakar yang memberikan tanggapan serta masukan terhadap penelitian yang dipresentasikan. Pada rangkaian ini, FISIP UNIB juga memberikan penghargaan Best Presenter kepada presenter terbaik sebagai bentuk apresiasi atas penelitian dan pemaparan ilmiah peserta.

Puncak rangkaian ICSOPOLIS 2026 berlangsung pada Rabu (28/10/2026) melalui konferensi utama di Grand Ballroom Hotel Mercure Bengkulu. Kegiatan ini dihadiri Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., Dekan FISIP Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., Ketua Panitia ICSOPOLIS 2026, Dr. Alfarabi, S.Sos., M.A., serta jajaran dosen dan peserta konferensi.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia ICSOPOLIS 2026, Dr. Alfarabi, S.Sos., M.A., berharap konferensi ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi akademik dan membuka peluang kerja sama antarlembaga di tingkat internasional. Beliau berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi seluruh peserta serta mendorong kolaborasi dalam berbagai kegiatan akademik.

Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., menekankan pentingnya peran ilmu sosial dan politik dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Menurutnya, kemajuan teknologi perlu tetap berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah atau posisi dalam pemeringkatan, tetapi juga dari sejauh mana ilmu pengetahuan mampu menjawab tantangan zaman, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghasilkan kebijakan dan inovasi yang bermanfaat.

ICSOPOLIS 2026 menghadirkan empat pembicara utama (keynote speakers) dari universitas dan lembaga internasional dengan bidang keahlian yang beragam. Prof. Farida Fozdar, BA, Ph.D. dari Curtin University, Australia, membahas migrasi dan hubungan antarras (Migration and Race Relations). Ia menekankan bahwa Society 5.0 perlu menempatkan manusia sebagai pusat perkembangan teknologi serta menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian persoalan sosial.

Selanjutnya, Prof. Peng Wang dari The University of Hong Kong mengangkat isu kejahatan terorganisasi dan korupsi (Organized Crime and Corruption). Beliau menyoroti pemanfaatan teknologi digital dan inovasi sistem untuk memperkuat integritas administrasi publik serta mencegah praktik korupsi. Sementara itu, Lidia de Sousa Guterres, S.E., M.Cont., M.A., CGAA, CAFB dari Ministry of Finance, Timor-Leste, membahas administrasi publik dan keuangan (Public Administration and Finance), khususnya penguatan kelembagaan, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan daerah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pembicara keempat, Dr. ShawHong Ser dari Chulalongkorn University, Bangkok, hadir secara daring untuk membahas komunikasi dan industri kreatif (Communication and Creative Industries). Ia mengulas transformasi praktik kreatif dan industri desain akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Menurutnya, peran desainer pada masa mendatang diperkirakan tidak hanya menghasilkan karya visual, tetapi juga menjadi penghubung nilai-nilai budaya dan sosial di tengah perubahan teknologi.

Melalui penyelenggaraan ICSOPOLIS 2026, FISIP UNIB berkomitmen memperluas jejaring kemitraan akademik internasional dan mendorong pertukaran pengetahuan lintas institusi. Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan serta rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu sosial dan politik, sekaligus mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di era Society 5.0.