Dekan FISIP UNIB Buka Seminar Nasional Jurnalistik, Bahas Tantangan AI dalam Dunia Media

Dekan FISIP UNIB Buka Seminar Nasional Jurnalistik, Bahas Tantangan AI dalam Dunia Media

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (UNIB), Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., membuka Seminar Nasional Jurnalistik yang diselenggarakan Program Studi S1 Jurnalistik FISIP UNIB di Ruang Internasional FISIP UNIB, Rabu (7/10/2026). Seminar mengangkat tema “Jurnalisme di Era AI: Bertransformasi atau Terdisrupsi?” dan dilaksanakan secara hybrid melalui tatap muka dan Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., menyampaikan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi informasi berlangsung sangat cepat dan tidak dapat dihindari. Menurutnya, insan jurnalistik dan akademisi perlu terus belajar untuk memahami serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dengan tetap menjaga nilai-nilai kebenaran dalam jurnalistik.

“Kecepatan AI ini luar biasa dan tidak bisa kita hindari. Kita harus terus belajar memahami konsep AI agar tidak tergilas oleh zaman dan dapat memanfaatkannya untuk hal-hal yang lebih baik,” ujar Dekan.

Ketua Program Studi S1 Jurnalistik FISIP UNIB, Yuliati, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan bahwa seminar nasional ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan akademisi untuk memahami perubahan dalam dunia jurnalistik akibat perkembangan AI. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap prinsip dan kode etik jurnalistik.

“Transformasi digital melalui kecerdasan buatan berjalan sangat cepat dan masif. Melalui seminar nasional ini, kami ingin mendorong mahasiswa dan akademisi untuk tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi mampu memahami dan memanfaatkan teknologi sekaligus tetap menjaga marwah, akurasi, dan kode etik jurnalistik,” ungkap Yuliati.

Seminar menghadirkan Dr. Andi Vita Sukmarini, M.I.Kom. dari Universitas Fajar, Dr. Mas Agus Firmansyah, M.Si. dari Universitas Bengkulu, dan Triono Wahyu S. selaku Manager Regional detikcom sebagai narasumber. Kegiatan dipandu Refika Mastanora, M.I.Kom. dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai moderator. Seminar diikuti lebih dari 80 peserta secara luring dan sekitar 90 peserta secara daring melalui Zoom Meeting yang berasal dari kalangan mahasiswa, akademisi, dan praktisi jurnalistik.

Melalui seminar ini, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan AI dan pengaruhnya terhadap dunia jurnalistik, termasuk peluang dan tantangan dalam proses kerja media. Diskusi juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi secara adaptif dengan tetap menjaga akurasi, verifikasi, etika, dan tanggung jawab jurnalistik.