FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (UNIB), Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., menerima kunjungan benchmarking (studi banding) dari Universitas Muslim Indonesia pada Senin, (18/05/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Dekan FISIP UNIB tersebut membahas kesiapan institusi dalam meraih akreditasi internasional ACQUIN.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya UMI Makassar dalam memperkuat persiapan menuju akreditasi internasional. Universitas Bengkulu sendiri dinilai sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang berhasil mencapai standardisasi internasional melalui sertifikasi ACQUIN di berbagai program studi.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FISIP Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si. menyambut baik kedatangan delegasi UMI dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FISIP UNIB sebagai tujuan benchmarking. “FISIP UNIB sangat terbuka untuk saling mendukung serta berbagi pengalaman terkait proses panjang dan strategi komprehensif dalam meraih akreditasi internasional demi kemajuan mutu perguruan tinggi di Indonesia. Pertemuan ini juga menjadi momentum penting untuk menjajaki kolaborasi yang lebih luas melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Dekan FISIP.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister (S2) Ilmu Hukum dan Kenotariatan UMI, Prof. Dr. H. Askari Razak, S.H., M.H., menjelaskan bahwa benchmarking ini bertujuan untuk mematangkan persiapan UMI menuju akreditasi internasional ACQUIN. Menurutnya, seluruh program studi hukum dan institusi UMI telah berhasil meraih predikat akreditasi Unggul di tingkat nasional, sehingga langkah berikutnya adalah memperluas rekognisi di tingkat global. “Universitas Bengkulu merupakan salah satu ikon di Indonesia dalam hal akreditasi internasional, khususnya ACQUIN, karena hampir seluruh program studinya telah berhasil memperoleh sertifikasi internasional,” ungkap Prof. Dr. H. Askari Razak, S.H., M.H.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, kedua institusi berharap kerja sama yang dijajaki nantinya tidak hanya berfokus pada penguatan akreditasi internasional, tetapi juga mampu mendorong kolaborasi berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas serta daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.