FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (UNIB) melalui Program Studi Magister Ilmu Komunikasi sukses menyelenggarakan diskusi internasional secara hybrid bertajuk Transforming Public Communication Strategies to Support Inclusive and Sustainable Regional Development pada Sabtu (25/04/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Gedung International Meeting Room Universitas Bengkulu serta daring bersama narasumber internasional dari Chulalongkorn University, Thailand.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., Dekan FISIP UNIB, Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Dr. Dhanurseto Hadiprashada, S.IP., M.Si., jajaran pimpinan jurusan, dosen, serta mahasiswa program sarjana dan magister Ilmu Komunikasi.

Diskusi internasional ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Prof. Surichai Wun’Gaeo dari Chulalongkorn University, Thailand yang mengikuti kegiatan secara daring, Anggota DPD RI Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., serta Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, S.E., M.AP. yang hadir secara langsung.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., menegaskan bahwa komunikasi publik memiliki peran yang sangat penting bagi para pemangku kepentingan, khususnya pejabat publik.

“Komunikasi publik sangat penting bagi para pemangku kepentingan atau pejabat publik, guna memastikan pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat. Maka seminar ini sangat baik untuk memperkuat hal tersebut,” ujarnya.

Beliau menambahkan, di tengah perubahan yang cepat, komunikasi publik tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan.

Sementara itu, Dekan FISIP UNIB menekankan pentingnya penguatan strategi komunikasi publik dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah akademik yang strategis untuk memperdalam pemahaman mengenai peran komunikasi dalam proses pembangunan daerah.
“Diskusi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dan memperkuat kapasitas akademik dalam merumuskan strategi komunikasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah,” ungkap Dekan.

Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga diisi dengan agenda seremonial berupa pertukaran cenderamata antara pihak Magister Ilmu Komunikasi dengan narasumber internasional yang diwakili oleh Rektor Universitas Bengkulu. Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus penguatan jejaring kerja sama akademik lintas institusi dan negara.

Penyelenggaraan diskusi internasional ini menunjukkan komitmen Magister Ilmu Komunikasi FISIP UNIB dalam mendorong pengembangan ilmu komunikasi yang berorientasi global serta responsif terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat regional maupun internasional.