Enam Perguruan Tinggi di Bengkulu, Prodi  Administrasi Publik Dikukuhkan sebagai DPD IAPA Wilayah Bengkulu, Usung Kebijakan Pro-Poor

Enam Perguruan Tinggi di Bengkulu, Prodi  Administrasi Publik Dikukuhkan sebagai DPD IAPA Wilayah Bengkulu, Usung Kebijakan Pro-Poor

Bengkulu, 2 Februari 2026 – Enam perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu menggelar Seminar Nasional bertema “Policy Pro Poor Perspektif dalam Percepatan Pembangunan Daerah” sekaligus mengukuhkan Dewan Pengurus Daerah Indonesian Association for Public Administration (DPD IAPA) Bengkulu periode 2026-2029, Minggu (2/2).

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP IAPA Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk, S.Sos., M.Si. Suratman, S.IP., M.Si., dari Universitas Bengkulu, ditetapkan sebagai Ketua DPD IAPA Bengkulu.

Pengukuhan ini menandai komitmen akademisi untuk berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di Bengkulu,” ujar Suratman usai membacakan pernyataan komitmen bersama seluruh pengurus.

Keenam perguruan tinggi yang berkolaborasi adalah Universitas Bengkulu, Universitas Prof. Hazairin SH Bengkulu, STIA Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Dehasen Bengkulu, dan Universitas Ratu Samban—semuanya memiliki Program Studi Administrasi Publik.

Seminar Hadirkan Praktisi dan Akademisi

Seminar menghadirkan Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk sebagai keynote speaker, serta lima invited speakers:

  1. Dr. Jon Hendri Nurdan, SE., M.Kes., CT., CPM., CHRM

Bapperida Provinsi BengkuluSub Tema: “Implementasi Kebijakan Pro-Poor dalam Pembangunan Bengkulu”

  1. Zamhari, SH.MH.

Kepala BKKBN PERWAKILAN Provinsi Bengkulu

Sub Tema: “Pembangunan Keluarga Berkualitas sebagai Strategi Pengentasan Kemiskinan”

  1. Hendra Irawan, M.Pd

Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bengkulu

Sub Tema: “Pengawasan Pelayanan Publik dan Perlindungan Hak Masyarakat dalam Kebijakan Pro-Poor”

  1. Dr. Nurlila Dewi, SH., MH

Kepala Dinas Kominfotik Kota Bengkulu

Sub Tema: “Transformasi Pelayanan Publik Perkotaan yang Inklusif dan Berpihak pada Masyarakat”

  1. Bobby Harpa Santana, S.STP., M.Si

Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu

Sub Tema: “Inovasi Daerah dalam Implementasi Kebijakan Pro-Poor: Pengalaman Kabupaten Rejang Lebong”

Dr. Alexsander, S.IP., M.Si., dari Universitas Prof. Hazairin SH Bengkulu, yang menjadi moderator, menyimpulkan bahwa kebijakan pro-poor memerlukan pendekatan holistik dan kolaborasi multipihak.

“Diskusi hari ini menunjukkan pentingnya sinergi akademisi, pemerintah, swasta, masyarakat, dan media dalam mengentaskan kemiskinan,” katanya.

Struktur Kepengurusan

Berdasarkan SK Nomor SK.002/KA-IAPA/II/2026, DPD IAPA Bengkulu diketuai Suratman dengan tiga wakil ketua: Jatmiko Yogopriyatno (Universitas Bengkulu), Ridianto (STIA Bengkulu), dan Dr. Novliza Eka Patrisia (Universitas Muhammadiyah Bengkulu). Dewan Pakar diketuai Prof. Dr. Achmad Aminudin.

Struktur kepengurusan mencerminkan representasi dari seluruh perguruan tinggi dengan program studi Administrasi Publik di Bengkulu.

Dukungan Berbagai Pihak

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, DPRD Kabupaten Musi Rawas, Bank Bengkulu, dan Batik Lesplank.

“Dukungan berbagai pihak ini menunjukkan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam mewujudkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat,” kata panitia penyelenggara.

DPD IAPA Bengkulu berkomitmen menjadi wadah riset kolaboratif, pendampingan pemerintah daerah dalam merancang kebijakan berbasis bukti, serta pengembangan kualitas pendidikan administrasi publik di Bengkulu.

 

 

Lihat Juga:

https://khazanahnews.com/6-pt-di-bengkulu-prodi-administrasi-publik-dikukuhkan-sebagai-dpd-iapa-wilayah-bengkulu/